Sealant Sudah Dipasang Tapi Masih Rembes? Ini Penyebab yang Sering Terjadi
14 Jul 2026

Sealant Sudah Dipasang Tapi Masih Rembes? Ini Penyebab yang Sering Terjadi

Sealant sudah dipasang, tetapi air masih merembes saat hujan turun? Kondisi seperti ini cukup sering ditemukan pada area kaca, kusen, jendela, maupun berbagai sambungan bangunan lainnya.

Masalahnya tidak selalu berasal dari kualitas material yang digunakan. Kondisi permukaan, bentuk sambungan, cara aplikasi, hingga jalur masuk air yang tidak terlihat dari luar dapat memengaruhi hasil akhir pekerjaan sealant.

Sebelum memutuskan menambah atau mengganti lem sealant yang sudah ada, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

Permukaan Belum Siap Saat Sealant Dipasang 

Debu, sisa minyak, bekas sealant lama, atau permukaan yang masih lembap sering menjadi penyebab aplikasi sealant tidak bekerja maksimal. Meski dari luar terlihat rapi, material belum tentu menempel sempurna pada seluruh area sambungan.

Celah kecil yang tertinggal bisa menjadi jalur masuk air, terutama saat area tersebut terkena hujan atau aliran air secara langsung. Kebersihan dan kondisi permukaan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum aplikasi lem sealant dilakukan agar daya rekat yang terbentuk lebih optimal.

Pemilihan Jenis Sealant yang Tidak Tepat

Lem sealant tersedia dalam banyak jenis, dan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.

Material yang cocok untuk area interior belum tentu ideal digunakan pada area eksterior yang terus-menerus terpapar cuaca. Begitu juga sealant yang digunakan pada beton belum tentu sesuai untuk aplikasi kaca atau aluminium. 

Sebelum melakukan aplikasi, periksa kembali apakah jenis sealant yang digunakan sudah sesuai dengan material sambungan dan kondisi area pemasangannya. 

Periksa Kondisi Sambungan

Ukuran celah sambungan ikut memengaruhi kinerja lem sealant. Celah yang terlalu lebar maupun terlalu sempit sama-sama bisa menimbulkan masalah saat aplikasi.

Dari luar sambungan mungkin terlihat sudah tertutup rapi, tetapi masih ada bagian yang tidak terisi sempurna. Ruang kecil seperti ini dapat menjadi jalur rembesan ketika hujan turun atau permukaan terkena air dalam jumlah besar.

Kondisi dan ukuran sambungan sebaiknya ikut diperiksa sebelum aplikasi ulang dilakukan. Detail kecil pada area sambungan dapat memengaruhi kemampuan sealant dalam menutup celah secara optimal.

Pergerakan Material Bisa Membuka Celah Baru 

Sambungan antara kaca, aluminium, beton, atau material lainnya tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Paparan panas dan hujan dapat membuat material memuai dan menyusut, meskipun perubahan tersebut tidak terlihat secara kasat mata.

Perubahan yang terjadi berulang dapat memberikan tekanan pada area sambungan. Akibatnya, sealant yang sebelumnya menempel dengan baik bisa mulai retak, terlepas dari sisi material, atau kehilangan kemampuannya menutup celah secara rapat.

Tanda-tanda seperti ini cukup sering ditemukan pada area jendela, fasad, curtain wall, maupun sambungan bangunan yang langsung terpapar cuaca luar.

Jangan Langsung Menimpa Sealant Lama 

Munculnya rembesan sering membuat area sambungan langsung diberi lapisan sealant baru. Sebelum melakukan aplikasi ulang, kondisi sealant yang sudah ada sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

Lapisan baru tidak selalu bisa langsung menempel dan bekerja dengan baik di atas sealant lama yang sudah mengalami kerusakan. Jika material lama masih dibiarkan menempel pada area sambungan, hasil aplikasi berikutnya juga bisa ikut terpengaruh.

Beberapa tanda kerusakan pada sealant lama:

  • Sealant mulai retak
  • Material terasa keras dan kehilangan elastisitas
  • Sealant terlepas dari sisi sambungan
  • Muncul celah pada beberapa bagian
  • Permukaan terlihat rusak atau mengelupas

Jika tanda-tanda tersebut mulai terlihat, kondisi sealant lama sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum dilakukan aplikasi ulang. 

Rembesan Bisa Berasal dari Area Lain 

Air yang muncul di sekitar sambungan sering membuat perhatian langsung tertuju pada sealant di area tersebut. Padahal titik rembesan dan titik masuk air tidak selalu berada di lokasi yang sama.

Air dapat bergerak melalui celah atau detail konstruksi tertentu sebelum akhirnya muncul pada bagian yang terlihat basah. Karena itu, rembesan di sekitar kusen, kaca, atau sambungan bangunan belum tentu berasal dari sealant yang ada di area tersebut.

Pemeriksaan jalur masuk air secara menyeluruh biasanya perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum memutuskan menambah atau mengganti sealant.

FAQ

Apakah sealant baru bisa langsung diaplikasikan di atas sealant lama?

Tergantung kondisi sealant yang sudah ada. Jika material lama mulai retak, mengeras, terlepas dari sisi sambungan, atau kehilangan daya rekat, area tersebut perlu dibersihkan dan diperiksa terlebih dahulu sebelum aplikasi ulang dilakukan. 

Mengapa sealant masih rembes meskipun baru dipasang?

Rembesan tidak selalu berkaitan dengan kualitas sealant. Permukaan yang kurang bersih, kondisi sambungan yang kurang ideal, penggunaan jenis sealant yang tidak sesuai, hingga jalur masuk air dari area lain dapat membuat kebocoran tetap terjadi meskipun aplikasi baru saja dilakukan.

Apakah semua kebocoran pada kaca dapat diatasi dengan sealant?

Belum tentu. Rembesan pada area kaca juga dapat berkaitan dengan detail pemasangan, kondisi kusen, sistem drainase pada frame, atau jalur masuk air yang berada di luar area sambungan sealant.

 

Rembesan air yang muncul kembali belum tentu berarti sealant perlu ditambah. Pemeriksaan pada area sambungan, kondisi permukaan, dan jalur masuk air biasanya perlu dilakukan terlebih dahulu agar penyebabnya dapat ditemukan dengan lebih tepat.

Batara Group menyediakan berbagai pilihan sealant untuk aplikasi kaca, aluminium, fasad, dan area sambungan lainnya. Jika membutuhkan informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan proyek, tim Batara Group siap membantu memberikan rekomendasi yang tepat.

 

Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi & Konten Batara Group

Article Tags : Sealant
Hubungi Kami