Lem Konstruksi Mudah Lepas? Cek 5 Hal Ini Sebelum Aplikasi Ulang
Material yang sudah direkatkan dengan lem konstruksi bisa saja kembali lepas setelah beberapa waktu. Kondisi ini tentu mengganggu, terutama jika material yang dipasang cukup berat atau berada di area yang sering digunakan.
Sambungan yang lepas setelah pemasangan tentu membuat pekerjaan jadi harus diulang. Sebelum kembali mengaplikasikan lem, periksa beberapa bagian berikut agar hasil rekatnya tetap optimal.
1. Pastikan Permukaan Bersih Sebelum Mengaplikasikan Lem
Hasil rekat sangat dipengaruhi oleh kondisi permukaan material yang akan ditempel. Debu, minyak, kotoran, sisa lem lama, maupun kelembaban dapat membuat lem tidak menempel dengan baik.
Permukaan yang masih basah juga perlu diperhatikan, terutama pada area yang sebelumnya terkena air atau berada di lingkungan lembap. Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi hasil aplikasi lem konstruksi.
Sebelum mulai mengaplikasikan produk, pastikan area yang akan direkatkan sudah dibersihkan dan siap digunakan.
Bersihkan Sisa Lem Lama Sebelum Aplikasi Ulang
Sisa lem lama juga perlu diperiksa, terutama jika aplikasi dilakukan pada area yang sebelumnya sudah pernah direkatkan. Lem yang sudah terkelupas, rapuh, atau tidak lagi menempel dengan baik sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar lem baru dapat menempel dengan baik pada permukaan.
2. Gunakan Lem yang Sesuai dengan Material
Kayu, aluminium, keramik, cermin, UPVC, dan material bangunan lainnya membutuhkan jenis perekat yang sesuai. Lem konstruksi yang digunakan untuk satu material belum tentu cocok untuk material lainnya.
Kondisi tempat pemasangan juga perlu diperhatikan. Lem yang digunakan di dalam ruangan memiliki kondisi penggunaan yang berbeda dengan area luar yang terkena panas, hujan, dan perubahan suhu.
Sebelum menggunakan lem, periksa kembali material yang direkomendasikan pada spesifikasi produk. Pastikan lem tersebut memang sesuai dengan material yang akan direkatkan dan area tempat pemasangannya.
3. Pastikan Lem Diaplikasikan dengan Tepat
Saat mengaplikasikan lem konstruksi, jumlah dan penyebaran lem perlu diperhatikan. Jika lem hanya terkumpul di beberapa bagian, ada area yang mungkin tidak mendapatkan rekat yang cukup. Sebaliknya, menambahkan lem lebih banyak juga bukan berarti sambungan akan semakin kuat.
Ratakan lem pada area yang akan direkatkan, lalu tempatkan material sesuai posisi yang diinginkan. Setelah ditempel, hindari terlalu sering menggeser material selama lem masih dalam proses mengering.
Jangan Langsung Memberi Beban
Setelah material ditempel, jangan langsung menarik, menekan, atau memberikan beban pada sambungan. Lem membutuhkan waktu untuk mengering dan merekat dengan baik.
Waktu kering setiap produk bisa berbeda. Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum sambungan digunakan atau diberi beban.
4. Perubahan Suhu Bisa Memengaruhi Rekatan
Material seperti kaca, aluminium, kayu, dan beton bisa sedikit berubah saat terkena panas atau perubahan suhu. Saat suhu berubah, material dapat memuai dan menyusut meski perubahannya tidak terlihat secara langsung.
Gerakan tersebut juga terjadi pada area yang sudah direkatkan. Jika terjadi terus-menerus, lem bisa ikut tertarik hingga akhirnya mulai retak atau terlepas dari permukaan.
Kondisi seperti ini lebih perlu diperhatikan pada pemasangan di area luar bangunan yang terkena panas dan hujan setiap hari.
5. Perhatikan Berat dan Penggunaan Material
Beban pada sambungan tidak hanya berasal dari berat material. Setelah terpasang, material juga bisa menerima tekanan, tarikan, benturan, atau getaran saat digunakan.
Panel, rak, aksesori, dan material lainnya bisa menerima beban yang berbeda setelah dipasang. Material yang lebih berat atau sering mendapat tekanan membutuhkan lem konstruksi yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Sebelum memilih produk, perhatikan berat material, luas area yang akan direkatkan, dan penggunaan material setelah pemasangan. Dengan begitu, lem yang digunakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan sambungan.
FAQ
Apakah lem konstruksi yang lebih banyak akan membuat rekatannya lebih kuat?
Tidak selalu. Jumlah lem perlu disesuaikan dengan cara aplikasi dan kebutuhan produk. Lem yang terlalu banyak dapat membuat proses pengeringan lebih lama, sementara lem yang terlalu sedikit bisa membuat area rekat tidak tertutup dengan baik.
Apakah permukaan harus dibersihkan sebelum menggunakan lem konstruksi?
Ya. Debu, minyak, kotoran, sisa lem lama, dan kelembaban dapat mengganggu daya rekat. Bersihkan area yang akan direkatkan dan pastikan kondisinya sesuai dengan petunjuk penggunaan produk.
Kenapa lem konstruksi sudah kering tetapi material tetap mudah lepas?
Lem yang sudah kering belum tentu berarti sambungan sudah bekerja dengan baik. Kondisi permukaan, kesesuaian lem dengan material, cara aplikasi, luas bidang rekat, dan beban pada sambungan juga perlu diperiksa.
Material yang mudah lepas setelah pemasangan tentu membuat pekerjaan menjadi lebih panjang. Pemilihan lem yang sesuai sejak awal dapat membantu menghasilkan sambungan yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan aplikasi ulang.
Untuk kebutuhan perekat konstruksi, Viscobond dapat menjadi salah satu pilihan untuk berbagai aplikasi pemasangan. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk dan penggunaannya, hubungi tim Batara Group untuk mendapatkan rekomendasi sesuai kebutuhan Anda.
Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi & Konten Batara Group.

English




