Perkuat Posisi di Pasar Konstruksi, Batara Group Diversifikasi Produk Berkualitas
27 Jun 2026

Perkuat Posisi di Pasar Konstruksi, Batara Group Diversifikasi Produk Berkualitas

PT Batara Surya Semesta (Batara Group), di usia ke-53 tahun ini mulai melakukan transformasi bisnis dengan mengubah image perusahaan. 

Sejak tahun 1972, Batara Group dikenal sebagai pemasok sejumlah brand produk bahan bangunan berkualitas di Indonesia.

Presiden Direktur Batara Group, Daniel Surya Tandi, mengungkapkan bahwa sebagai salah satu pioneer distributor bahan bangunan di Indonesia, Batara Group berkomitmen untuk menyediakan produk yang berkualitas dan pelayanan dan maksimal.

Berkat konsistensi dan inovasi produk, membawa perusahaan bisa masuk dalam persaingan pasar secara sehat. 

Menurut Daniel Surya Tandi, sebagai kunci utama untuk bisa bertahan dan menang dalam industri pemasok bahan bangunan, maka harus memiliki kualitas dan daya saing yang kuat, serta senantiasa beradaptasi di pasar yang semakin modern, muda, dan dinamis.

“Sejak awal Batara Group digagas oleh generasi pertama dengan komitmen utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan yang berkualitas dan bermutu tinggi,” ungkap Daniel Surya Tandi dalam keterangannya, baru-baru ini.

Direktur Komersial Batara Group, Reissa Siregar, menambahkan, di usia ke-53 tahun ini, pihaknya melakukan transformasi bisnis untuk dengan mengubah image perusahaan.

Hal itu sekaligus memperkenalkan lebih luas lagi beragam produk bahan bangunan merek Batara sebagai bagian dari pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaan.

“Langkah ini juga untuk mendukung pengembangan bisnis di tahun 2025 ini, kami melakukan berbagai macam improvement dari sisi internal dan eksternal yang meliputi pengembangan produk, teknologi, strategi marketing, human capital dan perluasan jalur distribusi,” ungkap Reissa Siregar.

Batara Group memiki beberapa merek dagang segmen premium yang telah dipasarkan lebih dari 20 tahun seperti Waterproofing Membrane melalui brand Casali dan Wisproof, insulasi atap merek Polyshield dan Polynum, serta Ventilation Turbine merek Ozvent. 

Selain itu juga terdapat beberapa merek dagang Batara Group lainnya seperti perekat Sealant merek Viscous, Insulasi Mineral Wool merek Duorock, hingga Phenolic Board mellalui merek Smartcubic.

Seluruh merek dagang Batara diboyong dalam ajang IndoBuildTech (IBT) 2025, pameran yang berfokus pada industri konstruksi, interior, perabot rumah tangga, dan bangunan. 

Pada kesempatan tersebut, Batara Group memamerkan rangkaian solusi konstruksi yang mengedepankan inovasi pada diversifikasi produk dan keunggulannya di Hall 8, ICE BSD, pada tanggal 2-6 Juli 2025. 

Pengunjung pameran ini dapat memperoleh pengalaman langsung untuk melihat dan mencoba varian bahan bangunan berkualitas dari brand Batara.

“Partisipasi Batara Group dalam IBT menggambarkan komitmen kami terhadap pasar Indonesia dan menjadi sarana untuk berinteraksi langsung dengan para profesional industri, pemangku kepentingan, dan konsumen,” kata Daniel.

“Berpartisipasi aktif dalam pameran ini bertujuan untuk memperkuat posisi Batara Group sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang inovatif, bertukar pengetahuan, dan membangun hubungan erat dengan para pemangku kepentingan utama dalam industri ini," pungkasnya.

 

Buka Akses ke Indonesia Timur

Daniel Surya Tandi, yang merupakan generasi kedua Batara Group, mengisahkan Batara Group bermula dari toko mungil yang dibangun ayahnya, Longtjing Tandi. 

Menurutnya, cikal bakal Batara Group dimulai dari toko bahan bangunan bernama Toko Batara di Jalan Pinangsia, Jakarta Pusat. 

“Mula-mula toko yang orang tua saya rintis itu masih kecil, ternyata dalam perkembangannya banyak pembeli dan dikenal banyak kontraktor, sehingga terus berkembang,” tutur Daniel Surya Tandi.

Seiring berjalannya waktu, Longtjing Tandi bertekad mendirikan pabrikan papan gipsum bernama Thai Gypsum, sebelum akhirnya diakuisisi salah satu perusahaan global asal Thailand. 

Sementara Toko Batara yang hingga kini masih tegak berdiri dan melayani masyarakat itu, cakupan bisnisnya kian besar melalui bendera Batara Surya Semesta dengan fokus sebagai perusahaan pemasok bahan bangunan impor berkualitas.

“Hingga saat ini Batara Group telah memiliki titik distribusi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Semarang (Jawa Tengah) yang melayani pembelian untuk konsumen di seluruh Indonesia,” imbuh Reissa Siregar.

Reissa Siregar menuturkan bahwa sebagai pemain yang telah membangun reputasi sejak 1972, pihaknya optimis dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2025. 

Hal tersebut yang mendorongnya untuk terus konsisten berekspansi mengembangkan jaringan distribusi Batara Group, dua diantaranya dengan membuka titik distribusi di Kota Surabaya, Jawa Timur dan Pulau Bali.

Ekspansi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperkuat distribusi bahan bangunan di Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat jaringan nasional sebagaimana untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan percepatan pembangunan di dalam negeri.

“Pembangunan merata tidak hanya berbicara tentang kualitas, tetapi juga akses yang merata bagi seluruh wilayah. Melalui penambahan titik distribusi di Kota Surabaya dalam waktu dekat, kami berupaya menghadirkan ketersediaan pasokan bahan bangunan berkualitas yang andal dan efisien untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, selain Jawa Timur,” terangnya.

Produk-produk bahan bangunan yang dipasarkan Batara Group kebanyakan dipakai proyek para pengembang. 

Produknya banyak dipakai untuk highrise building, landed house, industri, perkantoran, rumah sakit, dan lain sebagainya dengan lokasi terbanyak di Jabodetabek dan kota-kota di Pulau Jawa seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga luar pulau seperti Lampung, Balikpapan, Makassar.

Segmentasi perusahaan menyasar proyek properti dan ritel melalui modern channel salah satunya Mitra10 dan Depo Bangunan. 

Saat ini permintaan terbesar berasal dari segmen proyek sedikit lebih tinggi.

"Sampai tahun 2024 masih didominasi proyek, karena kami tangani proyek besar seperti Paramount Land, Metland dan Ciputra Group, jadi 65 persen penjualan kami ke proyek dan sisanya ke ritel. Tahun 2025 komposisinya sebenarnya bisa setengah-setengah karena sudah masuk ke toko retail yang lebih masif,” pungkas Reissa Siregar.

 

 

Artikel ini merupakan publikasi ulang dari siaran pers yang dimuat di Tribunnews Wartakota: https://wartakota.tribunnews.com/

Tags : Media Release
Hubungi Kami